fahreziblog
Kembali ke blog

Mengenal React 19 dan React Compiler

React 19 telah resmi dirilis dan membawa paradigma baru dalam pengembangan aplikasi frontend. Fokus utama dari rilis ini adalah menyederhanakan developer experience dan mengurangi kode boilerplate yang sebelumnya wajib ditulis.

Selamat Tinggal useMemo dan useCallback

Sebelum React 19, kita harus secara manual membungkus fungsi dan value yang berat menggunakan useMemo dan useCallback untuk mencegah re-render yang tidak perlu. Ini sering kali membuat kode menjadi kotor dan sulit dibaca.

Kini, dengan hadirnya React Compiler (yang dijalankan di tahap build menggunakan Babel plugin), React dapat menganalisis kode Anda dan menerapkan optimasi memoization secara otomatis di bawah kap. Compiler ini cukup pintar untuk mengetahui kapan sebuah nilai berubah dan kapan komponen perlu di-render ulang.

Actions untuk Data Fetching

React 19 juga memperkenalkan Actions. Ini adalah cara baru untuk menangani mutasi data dan pembaruan asinkron. Actions secara otomatis mengelola status pending, error, dan optimistic updates. Anda tidak perlu lagi membuat useState manual hanya untuk melacak apakah sebuah form sedang di-submit atau tidak.

// Contoh penggunaan Actions di React 19
const [error, submitAction, isPending] = useActionState(
  async (previousState, formData) => {
    const error = await updateName(formData.get("name"));
    if (error) return error;
    return null;
  },
  null,
);

Dengan fitur-fitur baru seperti Server Components (RSC) yang sudah stabil, referensi langsung via prop ref (tanpa forwardRef), dan dukungan native untuk tag <title> serta <meta>, React 19 memastikan posisinya sebagai library frontend paling dominan di tahun 2026.

Comments