fahreziblog
Kembali ke blog

Mengapa Banyak Developer Beralih ke Neovim?

VS Code (Visual Studio Code) adalah code editor paling populer di dunia. Lengkap, mudah digunakan, dan didukung oleh Microsoft. Namun, ada tren yang tak terbantahkan di kalangan senior developer: pergerakan eksodus ke Neovim.

Mengapa orang mau belajar keybindings yang aneh dan menghabiskan waktu mengatur konfigurasi demi editor berbasis terminal?

1. Mouse is a Bottleneck

Alasan paling filosofis dari pengguna Vim/Neovim adalah: memindahkan tangan dari keyboard ke mouse (atau trackpad) akan merusak momentum berpikir dan memperlambat coding.

Dengan modal editing (Normal, Insert, Visual mode), Anda dapat mengedit, melompat antar baris, menghapus kata dalam tanda kurung (di(), dan memblok teks hanya dalam pecahan detik tanpa memindahkan jari dari home row.

2. Kecepatan dan Efisiensi RAM

VS Code dibangun di atas Electron (browser Chromium). Editor ini memakan memori RAM yang cukup besar, terutama jika Anda memasang puluhan ekstensi.

Sebaliknya, Neovim adalah program berbasis terminal C/Lua yang super ringan. Membuka Neovim memakan waktu sepersekian detik dan menggunakan resource CPU/RAM nyaris 0 saat diam.

3. Ekosistem Lua yang Modern

Berbeda dengan Vim klasik yang menggunakan Vimscript, konfigurasi Neovim menggunakan bahasa Lua. Ini memicu ledakan jumlah plugin modern yang sangat cepat. Anda kini bisa mendapatkan fitur setara VS Code di dalam Neovim:

  • LSP (Language Server Protocol): Autocomplete cerdas, navigasi kode, dan error checking.
  • Treesitter: Highlighting sintaks berbasis struktur AST, bukan sekadar regex.
  • Telescope: Fuzzy finder super cepat untuk mencari file atau teks.

Menyiapkan Neovim memang tidak mudah, tetapi distro siap pakai seperti LazyVim, AstroNvim, dan NvChad telah mempermudah kurva pembelajarannya secara drastis.

Comments